#iniruangkuHeadLine

Apa itu Metaverse

Mediatataruang.com – Metaverse merupakan suatu teknologi Augmented Reality (AR) yang memungkinkan individu untuk berinteraksi dengan individu lainnya secara virtual. “Secara lebih sederhananya, Metaverse adalah simulasi dunia manusia yang ada di internet.

Metaverse dapat didefinisikan menjadi dunia nyata pada tingkat sepenuhnya yang baru, yang dibangun dari konvergensi virtual dan dunia nyata. Metaverse sendiri merupakan langkah revolusioner setelah teknologi internet dan sosial media hadir dalam kehidupan masyarakat, yang dapat mengubah cara pengguna terhubung ke internet, serta juga apa yang pengguna sambungkan ke internet.

Metaverse tidak sepenuhnya ada, tetapi beberapa platform mengandung elemen seperti metaverse. Salah satu contohnya adalah Video game yang saat ini memberikan pengalaman metaverse terdekat yang ditawarkan. Pengembang video games telah mendorong batas-batas permainan melalui hosting acara dalam game dan menciptakan ekonomi virtual. Meskipun tidak diperlukan, cryptocurrency bisa sangat cocok untuk metaverse. cryptocurrency memungkinkan untuk menciptakan ekonomi digital dengan berbagai jenis token utilitas dan koleksi virtual (NFT). Metaverse juga akan mendapat manfaat dari penggunaan dompet kripto, seperti Trust Wallet dan MetaMask. Selain itu, teknologi blockchain dapat menyediakan sistem tata kelola yang transparan dan andal.

teknologi yang terlibat dalam pengembangan metaverse, Newzoo membagi ekosistem metaverse ke dalam beberapa kategori. Pertama adalah metaverse gateways, yang merupakan pintu bagi konsumen untuk masuk ke metaverse. Newzoo kembali membagi segmen ini menjadi dua kelompok, yaitu centralized atau terpusat dan decentralized atau tersebar.

Ancaman Metaverse Bagi Kehidupan Manusia Seorang Profesor AI dan Spatial Computing dari Liverpool Hope University, Dr David Reid, agak khawatir tentang sistem Metaverse ini. Kendati ia meyakini bahwa Metaverse berpotensi membawa beberapa hal menarik bagi kehidupan umat manusia, namun hal tersebut juga memiliki risiko dalam hal privasi data dan cyberbullying secara drastis.

Dan yang paling mengkhawatirkan lagi adalah bahwa perkembangan teknologi ini akan mengaburkan batas antara dunia virtual dan dunia nyata. Siapa pun yang menjadi penguasa teknologi masa depan ini, akan memiliki akses ke jumlah data yang belum pernah ada sebelumnya. Artinya adalah sebuah kekuatan yang tak terhitung jumlahnya.

“Pasar untuk sistem metaverse sangat besar. Siapa pun yang mengendalikannya, akan memiliki kendali atas seluruh kehidupan Anda, Banyak sistem prototipe MR [mixed-reality] saat ini memiliki teknologi pelacakan wajah, mata, tubuh, dan tangan. Sebagian besar memiliki kamera canggih. Beberapa bahkan menggabungkan teknologi Electroencephalogram (EEG) untuk mengambil pola gelombang otak. Dengan kata lain, semua aktifitas yang Anda katakan, manipulasi, lihat, atau bahkan apa yang anda pikirkan dapat dipantau di MR. Data yang akan dihasilkan dari metode diatas akan sangat luas dan sangat berharga”, ucap Dr Reid.

Dampak positif metaverse meliputi:

Menyatukan orang untuk melakukan aktivitas tertentu, Membuat banyak kesenangan dan mendapatkan hiburan langsung Bisa bekerja di rumah dan melakukan banyak aktivitas dari rumah seperti sekolah, hingga menghadiri rapat kantor

Metaverse menawarkan aura misterius dunia asing, Membuat hal-hal yang membosankan menjadi lebih menyenangkan dan lebih menarik

Dampak negatif dari metaverse yakni:

Bisa menciptakan kecanduan dan mengalihkan perhatian orang dari tugas-tugas di kehidupan nyata

  • Membuat orang lupa waktu
  • Merangsang indera manusia secara berlebihan
  • Memisahkan manusia dari dunia nyata dan alam nyata

Metaverse merupakan perwujudan dunia baru peradaban modern  sebagai akibat dari perkembangan internet dan teknologi digital yang dimana ini akan menjadi peluang untuk kehidupan yang lebih memudahkan interaksi social, bisnis dan teknologi, namun tentang baik buruknya metavers akan tergantung pada diri kita, sebab jika kita bisa menggunakannya dengan baik, maka akan baik hasilnya begitupun sebaliknya (*kompasiana, Armeliyanti Paparang)

Tags

Related Articles

One Comment

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button
Close