#iniruangkuHeadLine

FK3I Jabar Menolak Konsep Hutan Menyala Tahura Djuanda

Mediatataruang.com – Taman Hutan Raya (Tahura) Djuanda merupakan Kawasan Konservasi yang diperuntukan untuk kepentingan sesuai dengan aturan Kehutanan dan KSDAE.

Ketua BP FK3I Jabar Dedi Kurniawan mengatakan Tahura Djuanda sebagai Hutan lindung yang membentang dari wilayah Dago Pakar hingga wilayah Maribaya di Lembang.

Kini Tahura Djuanda yang berada di Kabupaten Bandung, Jawa Barat, menjadi area petualangan fantasi pada malam hari. Dengan program wisata alam Hutan Menyala pada malam hari.

Meskipun pengelolaannya diserahkan terhadap Pemerintah Daerah namun tata kelola kawasan harus mengedepankan fungsi kawasan sebagai kawasan konservasi.

“Memang Tahura bisa diperuntukan untuk antraksi akan tetapi antraksi dalam edukasi wisata bukan antraksi yang justru merusak dan menggangu ekosistem kawasan,”ujar Dedi kepada media, Selasa (4/1/2022).

Oleh karena itu, Dedi mengungkapkan bahwa FK3I dengan tegas menolak Hutan Menyala di kawasan Konservasi Tahura Djuanda.

“Kami minta KLHK turun tangan serta pihak Pemprov untuk membatalkan rencana tersebut,”ungkap Dedi.

Sekali lagi kami dengan tegas menolak dan meminta pihak ketiga hengkang dari rencana konsep tersebut.

“Kami bersama kawan kawan jaringan lain siap turun ke jalan untuk menolak konsep Abal Abal tersebut,”paparnya.

Seperti diketahui dari laman resmi Hutan Menyala, tempat ini menawarkan pengalaman audio visual di tengah hutan yang diusung oleh Sembilan Matahari (NM) dan The Lodge Maribaya, bekerja sama dengan Satoe Komunika Event Organizer serta Tahura Djuanda.

Wisata ini menggunakan hiasan lampu LED dan video mapping untuk menciptakan efek penuh warna.
Video mapping, sering disebut juga sebagai projection mapping atau spatial augmented reality, bisa memproyeksikan gambar ke permukaan obyek target. Umumnya digunakan di bangunan, obyek dalam ruangan berukuran kecil, dan panggung pementasan.

Hutan Menyala menggabungkan konsep wisata alam dengan teknologi dan seni. Sambil menjelajahi area hutan, pengunjung juga bisa mendengar alunan musik.

Hutan Menyala dibuka setiap hari Rabu sampai hari Minggu, pukul 18.00 hingga 22.00 WIB. Untuk Tiket masuk ke dalam Hutan Menyala dibanderol mulai dari Rp50.000, untuk weekdays (Rabu-Kamis), dan Rp100.000 untuk weekend (Jumat-Minggu).

Tiket sudah termasuk tiket masuk Taman Hutan Raya Djuanda, tiket masuk Hutan Menyala, voucer makan senilai Rp10.000 khusus weekend, dan kontribusi penanaman bibit pohon.

Hutan Menyala berlokasi di Kompleks Tahura, Jalan Insinyur Haji Djuanda Nomor 99, Cibural, Kecamatan Cimenyan, Bandung.

Tags

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button
Close