Daerah

Pemasangan Menara Telekomunikasi, PT Solusi Tunas Pratama Tbk Jalin Kerjasama Perhutani KPH Bandung Utara

Mediatataruang.com – Perhutani Kesatuan Pemangkuan Hutan (KPH) Bandung Utara sepakat menjalin kerjasama dengan PT Solusi Tunas Pratama Tbk (STP) dalam pembangunan menara telekomunikasi di Kawasan Hutan.

Tepatnya di Petak 48b Resort Pangkuan Hutan (RPH) Lembang Bagian Kesatuan Pemangkuan Hutan (BKPH) Lembang.

Pembahasan kerjasama tersebut dihadiri langsung oleh Administratur Perhutani KPH Bandung Utara Usep Rustandi dengan pihak PT STP Nailil Muna beserta jajaran di kantor KPH Bandung Utara, Rabu (5/1/2022).

Administratur Perhutani KPH Bandung Utara Usep Rustandi mengatakan pihaknya mengapresiasi serta berterimakasih kepada PT STP yang sudah bekerjasama untuk pengembangan bisnis bersama Perhutani.

Usep berpesan, dalam pembangunannya jangan sampai merusak lingkungan dan tetap memperhatikan fungsi ekologi hutan.

“Kawasan hutan di KPH Bandung Utara ini sangat luas. Sehingga, beberapa titik memungkinkan untuk dibangun tower. Semoga ini merupakan langkah yang baik dalam mengawali tahun 2022,” katanya.

Kepala Seksi Perencanaan dan Pengembangan Bisnis KPH Bandung Utara Widyastuti menambahkan beberapa tahun lalu sebenarnya Perhutani KPH Bandung Utara pernah melakukan kerjasama dengan PT STP, tepatnya pada tahun 2008-2013.

“Kontrak kerjasama kita dulu selama 5 tahun. Setelah itu terputus tidak ada pembicaraan lebih lanjut. Baru kali ini bisa terhubung lagi,” ungkapnya.

Sementara itu, mewakili PT STP Muna mengucapkan terima kasih kepada Perhutani KPH Bandung Utara yang sudah bersedia memfasilitasi serta bersinergi dengan PT STP.

Harapannya, kerja sama ini bisa mendatangkan banyak manfaat untuk kedua belah pihak.

“Dengan kerjasama yang baik dari pihak Perhutani saya mengapresiasi atas respon yang cepat dan tanggap sehingga proses perjanjian terlaksana dengan cepat,”pungkasnya.

Sumber (Kom-PHT/Bdu/Dan)

Tags

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button
Close