Media Tata Ruang — Penutupan tahun 2025 yang seharusnya menjadi titik tolak bangsa dalam menatap 2026 yang lebih cerah, ternyata malah menghadirkan bencana diikuti duka mendalam untuk anak bangsa.
Kekuatan alam di ujung barat tanah Nusantara, seolah memberi pesan paling berarti bagi tata kelola lahan di negeri ini yang seolah terbius oleh akselerasi cepat pertumbuhan, tidak kurang jutaan warga terdampak, seribu lebih nyawa melayang, belum lagi ratusan jiwa masih tak diketahui tempat bersemayamnya saat ini.
Air bah yang datang tanpa mengucap kata permisi itu dalam sekejap meluluh lantahkan lahan, menghanyutkan nyawa nyawa tak berdosa bahkan memporakpandakan infrastruktur yang sempat dibangga bangga kan sebagai modal dasar pertumbuhan ekonomi.
Entah berapa puluh tahun belakangan ini, negara bersikukuh bahwa alih fungsi lahan merupakan pintu paling muka bagi negeri untuk mengkapitalisasi modal serta melesatkan pertumbuhan ekonomi, alih alih pertumbuhan yang membawa kesejahteraan rakyat yang terjadi, justru malah duka anak bangsa yang terus menganga.
