Masyarakat berpenghasilan tinggi, tentu memiliki pengeluaran rata-rata yang jauh lebih besar. Badan Pusat Statistik (BPS, SUSENAS 2018) merilis, 55-66% pengeluaran rata-rata dari 80% penduduk Indonesia, digunakan untuk makanan.
Sebagian besar sisanya digunakan untuk kebutuhan sehari-hari lain, seperti listrik, transportasi, dan kebutuhan rumah tangga. Pengeluaran rata-rata per kapita per bulan mereka bervariasi antara Rp 378.350 hingga Rp 1.220.650.
Kelompok 20% sisanya, memiliki pengeluaran rata-rata Rp 2.592.000 per kapita per bulan. Hanya sekitar 39% diantaranya yang digunakan untuk belanja makanan.
Tingginya pendapatan rata-rata masyarakat ibukota memungkinkan mereka membelanjakan uangnya untuk berbagai kemewahan yang tidak termasuk kebutuhan pokok.
Hal tersebut kemudian dapat menjelaskan mengapa Pendapatan Asli Daerah DKI Jakarta mencapai 30% Nasional. Atau jika dilihat dari nilai rata-rata per kapitanya pada tahun 2019 (Rp 4,8 juta), 12 kali provinsi Jawa Barat (Rp 400 ribu).





